Sunday, January 8, 2017

Malaysia: Truly Asia

Solo Traveling itu seram, tidak ya?
Perjalanan Solo Traveling pertama saya ke Malaysia berjalan dengan sangat lancar, sempat merasa cemas dan khawatir karena memang belum pernah melakukan solo traveling ke luar negri sendiri, tetapi percaya lah teman, solo traveling itu seru, menyenangkan, dapat banyak kenalan dan tentunya menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Pertama-tama, kita harus susun strategi dan rencana terlebih dahulu, berhubung Malaysia adalah negara yang cukup besar, ke kota mana kita ingin pergi harus kita susun dari awal. Berhubung saya adalah pencinta kota tua dan situs-situs bersejarah, tetapi juga tidak mau melewatkan ciri khasnya Malaysia yang terkenal, yaitu Menara Petronas, maka kota yang harus saya kunjungi adalah: Kuala Lumpur, Melaka dan Penang. Buatlah itinerari sebaik mungkin, mencari tiket pesawat, booking hotel, dan tiket bus antarkota secara online.

Untuk tiket pesawat saya cari melalui situs traveloka. Pergi dari Jakarta ke Kuala Lumpur dengan pesawat Air Asia tanggal 18 Desember 2016 dan pulang dari Penang ke Jakarta via Kuala Lumpur dengan pesawat Malaysia Air pada tanggal 22 Desember 2016. Total pengeluaran saya untuk tiket pesawat sebesar IDR 1.867.122.

Setelah tiket pesawat dibeli, kita buat itinerari yang kita inginkan sekreatif mungkin. Setelah "google" sana sini, akhirnya selesai juga itinerarinya. Dari hotel, tempat wisata yang kita ingin kunjungi, dan tentunya transportasi yang akan kita gunakan di Malaysia. Untungnya Malaysia memiliki sistem transportasi lebih baik dari Indonesia, sehingga untuk solo traveler seperti saya tidak akan terlalu bingung saat ingin mengunjungi destinasi satu ke destinasi lainnya.

Kamar Hostel Backpacker
Nah, tinggal booking hotel dan bus antar kotanya sekarang. Untuk hotel, saya cari di web yang cukup terkenal, yaitu agoda. Untuk hotel, sengaja cari hotel yang dekat dengan terminal bus antar kota sehingga bisa ditempuh cukup dengan jalan kaki saja dan mengingat saya booking bus dengan jadwal berangkat yang paling pagi. Untuk hotel di Kuala Lumpur, saya pilih V Hotel Kuala Lumpur karena dekat dengan Terminal Bus TBS sekitar 22 menit jalan kaki, di Melaka Hotel JW Boutique Hotel, 22 menit juga jalan kaki santai dari hotel menuju Melaka Sentral Bus Station. Kedua hotel ini adalah hotel bintang 3 dengan harga semalam sebesar IDR 350.000. Karena sudah menginap di hotel yang cukup nyaman di Kuala Lumpur dan Melaka, maka saya ingin mencoba hotel Backpacker, Cocoa Mews hanya MYR 50 untuk 2 malam. Murah sekali yaa..!

Untuk bus antar kota, tiket juga saya beli secara online di busonlineticket untuk tujuan Kuala Lumpur - Melaka sebesar MYR 11 dan easybook untuk tujuan Melaka ke Penang sebesar MYR 55,55

Bus Mayang Sari

Akhirnyaa, hari yang ditunggu sudah tiba. 18 Desember 2016, pukul 11.30 sudah tiba di Kuala Lumpur International Airport KLIA 2, langsung mencari LRT / Monorail atau nama bekennya di Malaysia adalah MyRapid. Transportasi umum ini nyaman sekali digunakan, semoga MRT di Jakarta nanti akan senyaman ini.

DAY 1: KUALA LUMPUR
Menara Petronas
  1. Menara PetronasDi KLIA 2, saya langsung ke kounter tiket MyRapid terdekat, beli tiket dalam bentuk kartu sebesar MYR 50 ke Statiun Sentral sebagai tempat transit menuju KLCC. Untuk menuju Stasiun KLCC, kita harus terlebih dahulu membeli tiket dalam bentuk koin di Ticket Vending Machine, sediakan uang kertas pecahan kecil seperti MYR 1 dan MYR 2 dan juga koin untuk membeli tiket di mesin tersebut. Setelah tiba di KLCC yang ternyata adalah sebuah mall yang cukup mewah di Kuala Lumpur, langsung cari pintu keluar dan Menara Petronas pun sudah kelihatan. Jangan lupa lihat keatas ya, karena saya sempat memutari kompleks ini sebanyak 3x baru menyadari ternyata ini adalah Menara Petronas setelah melihat keatas hehe.. 
  2. Merdeka Square
    Kembali ke Stasiun KLCC, kemudian lanjut menuju Stasiun Masjid Jamek. Cukup jalan kaki 8 menit ke Merdeka Square. Banyak museum dan bangunan tua disini, setelah mengunjungi semua museum yang ada dilokasi, dilanjutkan ke Kasturi Walk, Central Market dan China Town. Disini kalian bisa membeli oleh-oleh khas Malaysia dengan harga yang cukup murah. Saya membeli 4 gantungan kunci dengan harga MYR 18. Setelah puas berbelanja, dan jam sudah menunjukan pukul 19.03, saatnya melanjutkan perjalanan menuju V Hotel Kuala Lumpur untuk istirahat dan berangkat besok pagi ke Melaka pukul 06.00 pagi di Terminal Bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan).stirahat dan berangkat besok pagi ke Melaka pukul 06.00 pagi di Terminal Bus TBS (Terminal Bersepadu Selatan).

Dutch Square
Sungai di Melaka
Jonker Street
DAY 2: MELAKA

Perjalanan dari Terminal Bersepadu Selatan menuju Melaka Sentral Bus Station adalah sekitar 2 jam. Jam 08.00 pagi saya sudah tiba di Stasiun Bus Melaka, kemudian menuju Melaka World Heritage City menggunakan Taksi resmi, sebesar MYR 20. Disini merupakan kompleks bangunan bersejarah yang cukup luas, seandainya di Indonesia bangunan tuanya dipelihara dengan baik pasti akan menjadi lokasi strategis untuk pariwisata. Beberapa destinasi di Melaka yang wajib dikunjungi:
  1. Melaka Sultanate
  2. Dutch Square
  3. Christ Church Melaka
  4. Jonker Street
  5. Baba and Nyonya Heritage Museum
  6. Beberapa museum yang tersebar di Dutch Square
Lokasi ini cukup besar tetapi saya rasa 5 jam disini sudah lebih dari cukup, sesudah istirahat yang cukup dipinggir sungai yang dikelilingi bangunan tua yang sangat indah dan menikmati makanan tradisional disini, saya memilih untuk melanjutkan perjalanan ke hotel. Karena baru pukul 13.00 siang maka saya berpikir untuk jalan santai saja mengelilingi sambil menikmati kota Melaka. Setelah jalan kaki sekitar 1 jam akhirnya tiba di JW Boutique Hotel. Didekat hotel ada AEON Mall, lumayan ada tempat yang bisa dikunjungi untuk makan malam disekitar sini. Besok bus akan berangat dari Melaka Sentral Bus Stasiun ke Penang, Sungai Nibong pukul 09.00 pagi.

DAY 3:PENANG


Perjalanan dari Melaka ke Penang ternyata memakan waktu 8 jam, sampai di Terminal Sungai Nibong, Penang pukul 17.00 sore. Cukup melelahkan perjalanan ini tetapi cukup berkesan karena pemandangannya cukup indah, serasa di China. Setelah ini, tujuan utama saya adalah Komtar Bus Station, yang terletak di Pusat Kota George Town. Setelah menunggu beberapa menit ada bus umum yang berhenti dan bertanya apa ini ke Komtar, dan dijawab "Yes." Cukup dengan biaya MYR 2 (sekitar IDR 6,500) kita sudah bisa menikmati bus umum yang nyaman lengkap dengan AC nya. Semoga Indonesia bisa seperti ini. Jangan kalah ya sama Malaysia..

Di bus ini saya bertemu dengan wisatawan asal Jakarta juga, jadi ya berbincang-bincang saja sebentar karena perjalanan nya cukup lama untuk mengisi waktu. Setelah sampai di Komtar Bus Station, makan dulu di McDonald's sambil menikmati WiFi untuk menemukan lokasi hotel saya di King Street, George Town ini, ternyata jalan kaki sekitar 20 menit. Lanjut..!!

Wow.. Ternyata aura yang ada di lokasi ini sangat berbeda dengan 2 kota yang sudah saya kunjungi sebelumnya, sangatlah klasik, seperti kembali ke era kolonial. Dimana sebelumnya Penang merupakan jajahan Inggris sehingga banyak peninggalan Inggris disini. I love this place. Tempat favorit saya selama berada di Malaysia. 

Armenian Street

OK, yang tadinya mau langsung ke hotel, malah melalang buana kemana-mana. Yang seharusnya 20 menit menjadi 60 menit. Mengelilingi Armenian Street, Beach Street, akhirnya sampai di King Street yang berada di Little India. Kebayang sakit dan lelahnya kakiku ini digunakan jalan 3 hari non-stop..

Akhirnya sampai juga didepan hotel.. Sempet deg-degan karena ini pertama kalinya juga menginap di hotel ala backpacker, yang kamarnya seperti bunker dan berisikan 8 ranjang. Berdoa semoga mendapatkan teman kamar yang menyenangkan dan tidak mendengkur.

Setelah mengurus administrasi dan membayar MYR 50 untuk 2 hari, saya diantar menuju kamar no 6 oleh staff nya yang sangat ramah, dan ditunjukan bahwa ranjang saya ada di no 6 juga. Hanya ada 1 orang saat itu dan ternyata dari Kuala Lumpur, tidak memakan waktu lama untuk kita untuk berbicara dan mengenal satu sama lain. Cukup menyenangkan punya teman baru, punya pengalaman baru dan cerita baru. Setelah itu dia menunjukan tempat makan yang lumayan enak di daerah deket hotel. Sampai di hotel, saya menyusun rencana perjalanan saya untuk besok hari dengan melihat peta yang diberikan oleh staf hotel tadi. Besok rencana saya adalah ke Kek Lok Si Temple dan mengelilingi George Town.

Cocoa Mews
Kek Lok Si Temple


The Pagoda
DAY 4:PENANG

Hari ini, 21 Desember 2016. Jadwal saya adalah mengunjungi Kek Lok Si Temple. Kalau dilihat dari peta, lokasi lumayan cukup jauh, 8.8 km kalau jalan kaki sekitar 2 jam belum termasuk nyasar. Jadi, saya jalan kaki ke Komtar Bus Station, naik bus 401 turun di Pekan Air Itam. Sempat kelewatan tapi untung supirnya baik, mengingatkan saya, "Adik dak turun di Pekan Air Itam?" Langsung saya buru-buru turun dan mengucapkan terima kasih kepada supir bus yang cantik itu, ya supirnya perempuan yang sangat ramah. Makan sebentar, banyak makanan tradisional disini, cobain deh Sister's Curry Mee. Enak banget..!! Setelah makan dan energi sudah terisi, saatnya ke Kek Lok Si Temple, untuk ke pintu masuknya saja kita harus jalan menanjak. Cukup melelahkan dan membakar kalori, setelah sampai di puncak Kek Lok Si Temple, kita bisa melihat kota Penang secara keseluruhan. Pemandangannya sangatlah indah.

Pemandangan dari Temple
Pinang Peranakan Mansion
Menjelajahi semua bangunan yang ada di Temple ini membutuhkan satu hari penuh, dan mengingat jam sudah menunjukan pukul 11.14 akhirnya saya memilih turun dan naik bus kembali ke Komtar Bus Station.

Jam 11.57 sudah tiba di Komtar dan siap menjelajahi George Town setengah hari penuh, mengingat besok saya sudah harus kembali ke Jakarta. Sebelum itu, makan dulu sambil membuka peta yang besar dan menyusun beberapa tempat yang wajib dikunjungi di George Town:


  1. Armenian Street, pusat oleh-oleh di Penang.
  2. Little India, surganya makanan India
  3. Pinang Peranakan Mansion
  4. Penang Esplanade
  5. Kota Lama
  6. Fort Cornwallis
  7. Queen Victoria Memorial Clock Tower
  8. Wonderfood Museum
  9. Pier Jeti
  10. Berburu Penang Art Street yang tersebar di George Town
A girl and a boy riding a bicycle
Pier Jeti
Semua destinasi bisa ditempuh dengan jalan kaki. Duduk di pinggir pantai yang dikelilingi bangunan-bangunan tua bisa menjadi kenikmatan tersendiri disini, sangat tenang suasananya. Selain itu saya juga melanjutkan berbelanja oleh-oleh disini dengan harga yang cukup murah. Gantungan kunci, magnet kulkas, postcard dan kaos yang bergambar berbagai macam art street di Penang menjadi keunikan sendiri. Di Pinang Peranakan Mansion, kita bisa melihat rumah peninggalan China jaman dulu yang sangat oriental, banyak barang-barang langka disini yang pasti harga jualnya pasti sangat tinggi karena sampai dijaga polisi bersenjata disini.


Sudah pukul 15.53, kembali ke hostel untuk istirahat sebentar dan bersih-bersih. Setelah cukup istirahat, jam 19.00 malam saatnya berkeliling mencari makanan dan jajanan yang bisa dimakan sepuas-puasnya mengingat malam ini adalah malam terakhir di Penang.

Kembalinya ke hostel, sudah ada tamu juga yang menginap di ruang yang sama, berasal dari Amerika dan sudah berumur sekitar 50an. Berbicara dengan orang yang jauh lebih tua ya tidak jauh-jauh dari masalah kehidupan, politik dan ekonomi. Lumayan lah bisa menambah ilmu dan bertukar pengalaman dari teman-teman baru dari mancanegara.

DAY 5:PENANG

Hari terakhir di Penang, bangun pagi, berkeliling George Town untuk terakhir kalinya, sarapan dan menuju Weld Quay Bus Terminal menuju Penang International Airport.

Total biaya yang saya keluarkan selama 5 hari 4 malam di Malaysia adalah IDR 2.000.000 (belum termasuk tiket pesawat, hotel, dan tiket bus antarkota). Jadi total biaya yang saya keluarkan adalah IDR 5.200.000.

Secara keseluruhan, Malaysia adalah negara yang cukup aman dan menyenangkan untuk dikunjungi. Penduduknya ramah-ramah, banyak yang membantu saya pada saat saya menjelajah negara yang masih satu rumpun dengan Indonesia ini, seperti perempuan cantik yang membantu saya menggunakan Ticket Vending Machine, bapak-bapak yang membantu saya tanpa diminta ketika saya kebingungan melihat peta sambil garuk-garuk kepala, dan seorang pejalan kaki yang mengembalikan itinerari saya yang jatuh dari kantung celana saya. Selain itu negaranya juga aman untuk solo traveler, dan transportasi umumnya lah yang top, sudah selevel dengan Singapura. Recommended!! ***

Demikian perjalanan saya hari ini. Next blog, akan saya tulis perjalanan saya ke Thailand.

Terima kasih bagi yang sudah membaca sampai habis. Salam kenal. :)


Step by Step

2 comments: